Sandwich Ikan, Kuliner Terfavorit di Istanbul

Masih tentang Istanbul, tapi kali ini saya mau bahas tentang sandwich ikan, kuliner terfavorit di Istanbul menurut selera lidah saya. Tapi sandwich ikan ini juga banyak dicari wisatawan yang singgah di Istanbul. Selain rasanya cukup sederhana dan enak, harganya juga murah meriah. Cocok untuk yang mau menghemat biaya perjalanan wisatadi Istanbul.

Sebelum ke Istanbul saya udah baca-baca kuliner apa aja yang harus dicoba (Dasar saya tukang makan ya ­čśÇ ). Seorang teman juga mengingatkan saya supaya tidak lupa mencoba sandwich ikan yang tersohor itu. Hampir semua artikel dan orang-orang yang pernah kesana menyarankan untuk mencoba sandwich ikan di Jembatan Galata yang memang menjadi surganya makanan laut di Istanbul. Jadi Jembatan Galata atau Galata Bridge yang terbentang diatas Golden Horn ini terdiri dari dua tingkat. Yang paling atas merupakan jalan yang bisa dilalui kendaraan dan juga pejalan kaki, dibawahnya berjejer restoran yang menyajikan aneka hidangan seafood. Tinggal pilih saja mau yang mana.

Saya tidak sengaja dipertemukan dengan fakta lain. Sepulang dari mengikuti Bosphorus Tour yang saat itu sudah waktunya untuk makan malam, Saya dan Mr. Ottoman sebelumnya memang sudah berencana untuk makan sandwich ikan di Jembatan Galata.

Turun dari kapal kami berjalan keluar melewati sebuah jalan kecil, mirip seperti gang di Indonesia. Jalanannya cukup gelap sehingga menyulitkan saya menandai dimana tepatnya kami berada. Lalu kami melihat sebuah gerobak dorong dengan lampu putih menyala terang. Dari gerobak itu mengepul asap putih yang memproduksi aroma khas. Dua orang laki-laki tua dan muda terlihat sibuk menyusun sesuatu diatas gerobak itu. Semakin kami mendekat semakin saya tanda bau asap yang bersumber dari gerobak dorong itu.

“Das ist gegrillter fisch (Itu Ikan bakar).” Spontan kalimat itu terucap dari mulut saya yang sangat bahagia mencium bau ikan, makanan favorit saya untuk menegaskan ke Mr. Ottoman yang juga masih menerka-nerka tentang isi gerobak itu.

Tanpa basa basi kami langsung mendekati gerobak dorong itu. Ternyata kedua laki-laki itu menjual sandwich ikan. Harganya cukup murah, 10 lira aja untuk satu porsi yang terdiri dari setengah roti Turki yang berbentuk panjang, setengah ikan kembung besar, salat dan tomat. Lalu diberikan sedikit air lemon dan garam. Boleh minta bubuk cabe bagi yang suka pedas.

Sandwich ikan gerobak dorong

Sewaktu kami mendekat kesana, nggak ada pembeli lain. Setelah kami memesan, pembeli lainpun berdatangan. Saya pesan ikannya dipanggang agak kering karena umumnya orang Turki itu nggak suka manggang ikan atau daging terlalu kering.

Mr. Ottoman lahap menikmati sandwich ikannya diperjalanan menuju hotel. Sedangkan saya lebih memilih┬átake away┬ádan menunggu sampai hotel. Mr. Ottoman sangat puas dengan rasa sandwich ikannya dan nyesel cuma beli satu ­čśÇ

Begitu masuk kamar, saya langsung ke balkon dan menikmati sandwich ikan saya. Bener donk rasanya mantap. Lagi asik-asiknya makan, eh tau-tau ada si kucing penghuni hotel yang ngeong-ngeong mau nyobain si sandwich ikan juga. Akhirnya kami pun makan malam berdua. Nggak tega soalnya makan diliatin si kucing dengan pandangan memelas ­čśÇ

Besoknya saat pulang belanja dari pasar di daerah Kadik├Ây, kami beli sandwich ikan lagi. Sayangnya kami sama sekali nggak ingat dimana bapak gerobak dorong itu jualan. Jadinya kami beli di warung pinggir jalan didekat dermaga Emin├Ânu. Disini tempatnya rame. Mungkin karena tempat penyeberangan, juga tempat santai-santai dipinggir laut dan juga tempat bersandarnya kapal-kapal┬áBosphorus Tour.

Ikan panggang sandwich ikan di dermaga Emin├Ânu

Sambil duduk dipinggir laut dan menatap ke arah Galata Tower diseberang Golden Horn sana, kami menikmati sandwich ikan dari penjual yang berbeda. Harganya juga beda. Yang ini harganya 15 lira. Ikannya sama besarnya seperti ditempat bapak gerobak dorong. Tapi rasanya beda. Lebih enak punya si bapak gerobak dorong.

Besoknya saat mau ke Galata Tower, kami makan siang sandwich ikan lagi ­čśÇ Kali ini kami memilih makan di Jembatan Galata yang katanya surganya┬áseafood┬áitu. Kami pilih restoran pertama kalau masuk dari Emin├Ânu. Tempatnya selalu rame. Jadi begitu ada yang meninggalkan kursinya, saya sigap ngambil tempat itu.

Penjual sandwich ikan di Jembatan Galata

Sandwich ikan disini harganya sama seperti di dermaga Emin├Ânu, 15 lira. Kali ini Mr. Ottoman nggak makan sandwich ikan. Dia pesan k├Âfte yang juga dimakan pake roti yang sama seperti sandwich ikan.

Begitu pesanan datang, sudah tampak perbedaan yang nyata dari sandwich ikan sebelum-sebelumnya. Yang ini dari segi rotinya aja lebih kecil. Dilihat kedalam ikannya lebih kecil lagi. Saladnya juga sedikit.

Sandwich ikan di Jembatan Galata

Digigitan pertama rasanya tidak mengecewakan. Sampai digigitan ikan terakhir (karena ikannya kecil, jadi ikannya habis duluan dan rotinya sisa banyak) menurut saya rasanya lebih enak dari yang di dermaga Emin├Ânu, tapi tetap pemenangnya adalah si bapak gerobak yang murah dan paling enak.

Di Jembatan Galata menang tempatnya yang nyaman diatas Golden Horn. Plus ada toiletnya. Jadi klo tiba-tiba kebelet ke toilet, nggak perlu bingung mau lari kemana. Disini juga banyak angin semilir. Di musim panas gini angin-angin semilir sangat membantu memudarkan keringat yang tak diinginkan dan cukup menyegarkan badan. Pemandangan disini juga bagus.

Jadi dari ketiga tempat yang menjual sandwich ikan, kuliner terfavorit di Istanbul ini saya memilih si bapak gerobak sebagai juaranya. Tentu ketiganya punya plus minus. Jangan lupa cobain sandwich ikan ini klo ke Istanbul ya…!

0



Schreiben Sie einen Kommentar

Your e-mail will not be published. All required Fields are marked

Scroll Up Scroll Up

Thank you for visiting my blog