Menikah Ala Turki

Menikah, mungkin kita semua berpikir menikah secara islam semua sama aja. Bisa jadi yang membedakan adalah bahasanya aja. Tapi ternyata nggak sesimpel itu. Menikah ala Turki itu beda dengan menikah yang selama ini sering saya lihat di Indonesia.

Dulu saya dan Mr. Ottoman melakukan akad nikah di sebuah mesjid Arab di Kota Stuttgart. Prosesnya sama seperti akad nikah di Indonesia. Bedanya cuma pake Bahasa Arab. Syarat-syarat dan cara-caranya semua sama seperti yang dilakukan mayoritas orang Indonesia.

Tapi keluarga Mr. Ottoman minta dilakukan akad nikah secara Turki. Waktu itu kami melakukan akad nikah secara Turki di rumah orangtua Mr. Ottoman di Kota Buchen. Saya awalnya nggak tau klo mereka mau buat akad nikah. Kami cuma disuruh datang aja. Saya kira cuma acara ngumpul-ngumpul keluarga seperti biasanya. Eh nggak taunya pas udah disana datanglah seorang imam yang mau nikahin kami.

Bingung dong ya gimana karena pertama saya mikirnya nggak mungkin hari itu juga akad nikah lagi karena saya belum ngabarin keluarga di Indonesia. Saya pikir kan saya perlu wali dan sebagainya. Tapi ternyata akad nikah secara Turki itu perempuannya nggak perlu wali. Menurut mazhab hanafi memang begitu. Usut punya usut mereka mengambil contoh dari para istri-istri nabi yang dinikahi nabi tanpa perlu wali. Begitu katanya. Wallahua’lam, ilmu agama saya masih sangat terbatas soal ini.

Nikahnya mirip-mirip waktu nikah di Standesamt Jerman. Jadi saya dan Mr. Ottoman masing-masing ditanya gini, “Apakah anda bersedia menikah dengan si A?” Diulang tiga kali dan nggak pake mahar. Tapi walaupun nggak pake mahar, orang Turki biasanya ngasi emas yang banyak untuk si pengantin perempuan.

Terus setelah itu si imam ngasih ceramah agama tentang berumahtangga, tentang tanggungjawab seorang suami ke istrinya dan imamnya juga bilang klo Mr. Ottoman harus ngasi sejumlah uang (Banyak banget menurut saya jumlahnya) ke saya. Katanya itu sebagai simpanan dan modal hidup kalau-kalau kami bercerai.

Makan-makan setelah akad nikah ala Turki

Saya nggak terlalu ambil pusing soal perbedaan akad nikah ala Turki itu karena kami juga udah melakukan akad nikah yang sama seperti yang lazim dilakukan di Indonesia.  Tapi saya juga masih penasaran dengan cara orang Turki menikah.

Mungkin ini ada kaitannya dengan berubahnya sistem pemerintahan dari masa Ottoman menjadi Negara Republik Turki sekuler. Faktanya banyak pasangan di Turki sana yang hanya menikah secara negara dan tidak melakukan akad nikah secara agama.

Di Turki sendiri pernikahan yang diakui sama seperti di Jerman yaitu pernikahan secara negara yang dilakukan mirip dengan nikah dalam agama kristen. Saya sendiri nggak pernah liat akad nikah saudara-saudaranya Mr. Ottoman. Biasanya diundang pas pestanya aja. Terus saya juga nggak pernah liat mereka posting foto akad nikah, selalunya yang di posting itu foto nikah secara negaranya. Anehnya lagi soal akad ini nggak pernah dipertanyakan dalam keluarga. Saya pernah tanya ke Mr. Ottoman apakah keponakan perempuannya yang tahun 2017 lalu nikah ada akad nikah secara agama atau nggak. Terus dia malah jawab nggak tau.

Saran saya sih klo mau nikah sama laki-laki Turki, nikah di Indonesia aja supaya lebih afdhol. Bukannya apa-apa dan bukan juga mau bilang klo menikah ala Turki itu nggak sah karena ilmu saya juga masih cetek, tapi supaya jelas aja dan sesuai dengan yang kita jalankan selama ini.

0



Schreiben Sie einen Kommentar

Your e-mail will not be published. All required Fields are marked

Scroll Up Scroll Up

Thank you for visiting my blog