9 Adat Menerima Tamu Ala Turki

“Tamu adalah raja”. Pasti kamu pernah dengar ungkapan ini kan. Nampaknya orang Turki juga sangat kenal dengan ungkapan ini. Itulah sebabnya orang Turki sangat mengagungkan tamu. Dan orang Turki juga terkenal suka bertamu. Nggak heran kalau di keluarga Turki itu sering sekali kedatangan tamu, apalagi weekend. It’s bertamu time.

Memasuki tahun kesembilan pernikahan dengan laki-laki Turki, rasanya cukup lah ya untuk mengambil kesimpulan tentang adat menerima tamu. Sesuai kesimpulan saya bertahun-tahun bertamu dan menerima tamu, ada 9 adat menerima tamu ala Turki.

1. Rumah harus bersih & rapi

Bagi yang hidupnya dikelilingi orang Turki, pernah nggak liat rumah orang Turki itu kotor atau berantakan. Saya sih belum pernah. Serius, sekian banyak rumah orang Turki yang saya datangi secara mendadak pun nggak ada yang ketangkap basah rumahnya berantakan. Bahkan duda yang ngurus anak 3 sendirian aja rumahnya rapi dan bersih.

Memang sih sudah seharusnya rumah itu dijaga kebersihannya. Tapi nggak jarang saya temui rumah orang di Indonesia yang nggak bersih dan berantakan. Faktornya karena sibuk kerja, punya anak kecil dan atau memang orangnya males aja beberes rumah.

Kita orang Indonesia masih bisa menganggap wajar kan ya klo si tuan rumah itu sibuk kerja atau punya anak kecil. Jadinya nggak sempet ngurus rumah dan juga nggak punya asisten rumahtangga.

Tapi nampaknya di orang Turki rumah bersih dan rapi itu suatu kewajiban, nggak pake kompromi dan memang perempuan Turki itu level kerajinan bebersihnya diatas rata-rata 😀

2. Seluruh anggota keluarga harus berdiri didepan pintu menyambut tamu

Ini yang selalu dilakukan orang-orang Turki yang saya datangi rumahnya. Semua yang ada di rumah itu menyambut tamu didepan pintu rumahnya kecuali yang ada kepentingan lain misalnya lagi solat. Habis itu cipika-cipiki klo sesama keluarga atau sesama perempuan. Yang muda biasanya cium tangan yang tua. Cium tangannya ala Turki, bukan ala Indonesia. Setelah adegan ini pastinya tamu digiring ke ruang tamu dan dipersilahkan duduk.

3. Sedia banyak cemilan

Cemilan adalah salah satu bagian wajib dalam menerima tamu ala Turki. Ada banyak cemilan yang biasanya dihidangkan untuk tamu seperti kuaci, kacang pistacio, jagung goreng, coklat, biji labu dan masih banyak lagi. Tapi yang paling wajib itu adalah kuaci. Kuaci selalu ada di rumah orang Turki.

Cemilan ini bisa dihidangkan sebelum tamu datang, bisa juga setelah tamu datang dan jangan lupa sediakan tempat untuk sampah kulit kuaci. Biasanya tuan rumah nyediain beberapa mangkok untuk sampah kulit kuaci. Mangkoknya mangkok bersih ya, bukan mangkok bekas pakai.

4. Masak teh Turki sebelum tamu datang

Masak teh Turki is a must dalam menerima tamu ala Turki. Alasannya ya udah pasti karena orang Turki dimanapun dan kapan pun itu selalu minum teh. Sambil nyemal-nyemil biasanya tamu juga disuguhi teh Turki. Oleh sebab itu tuan rumah harus masak teh Turki sebelum tamu datang.

5. Jangan hidangkan semua makanan langsung diatas meja

Kebanyakan si penerima tamu Turki pasti masak makanan utama dan juga dessertnyaDalam hal menghidangkan makanan ini juga ada aturannya. Di Indonesia sah-sah aja semua makanan langsung dihidangkan diatas meja sebelum tamu datang. Tapi di orang Turki nggak begitu.

Jadi makanan tetap ada di dapur. Setelah tamu sebentar cemal-cemil, barulah si tuan rumah bersiap-siap menyusun makanan di meja makan. Yang pertama dihidangkan biasanya sup dan salad. Lalu masuk ke menu utama dan dessert.

6. Tuan rumah mengambilkan makanan tamu

Umumnya makanan tamu diambilkan yang punya rumah (istri/ibu). Jadi nggak ngambil sendiri-sendiri gitu. Misalnya sup, pasti dituangin sama yang punya rumah. Makanan lain juga gitu sih kebanyakan. Emak-emak Turki memang kerajinan 😀

7. Selalu perhatikan gelas kosong

Orang Turki bisa minum bergelas-gelas teh dalam sekali duduk. Apalagi sambil makan kuaci. Tuan rumah harus selalu siaga merhatiin gelas kosong. Jadi klo gelas teh si tamu udah kosong, harus segera diisi lagi kecuali tamunya bilang cukup.

8. Siaga bersihin yang kotor-kotor

Emak-emak Turki memang anti kotor. Oleh karena itu biasanya tuan rumah itu matanya selalu awas merhatiin yang kotor-kotor. Ada gelas kosong langsung angkut, padahal mungkin aja yang punya gelas masih mau minum. Ada yang berselemak, langsung dibersihkan. Nggak ada cerita piring kotor bertumpuk dihadapan tamu.

9. Antar tamu sampai keluar rumah

Berbeda dengan saat menyambut tamu yang hanya disambut didepan pintu, ketika tamu mau pulang biasanya nggak cuma diantar sampai depan pintu. Tapi yang punya rumah juga keluar rumah, ditungguin sampe mobil si tamu nggak keliatan lagi.

Kesembilan adat menerima tamu ala Turki ini nggak mutlak ya. Saya hanya menyimpulkan dari apa yang saya alami dan yang saya lihat disekitar saya. Mungkin aja di keluarga Turki lainnya berbeda. Saya sendiri juga punya aturan sendiri dalam menerima tamu. Nggak melulu harus ngikutin adat Turki sepenuhnya. So, ikuti yang baiknya dan membuat kita nyaman aja. Yang pasti tamu itu adalah pembawa rezeki, tapi nggak harus juga bertamu sampe tengah malam kan.

0



Schreiben Sie einen Kommentar

Your e-mail will not be published. All required Fields are marked

Scroll Up Scroll Up

Thank you for visiting my blog