Saat seorang ibu mengandung, bondingnya dengan anak yang ada didalam perut sangat kuat. Anak bisa merasakan apa yang ibunya rasakan. Itulah kenapa ibu hamil nggak boleh stres dan orang yang nggak hamil wajib ngalah sama ibu hamil. Seistimewa itu menjadi ibu hamil.
Tapi moms, bonding dengan anak pastinya nggak selesai begitu aja setelah si anak keluar dari perut ibunya dan melihat dunia fana ini. Seorang ibu biasanya punya kelebihan perasaan dibandingkan bapak. Ibu bisa merasakan atau menebak perasaan anaknya.
Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Sosok wanita kuat inilah yang mengajarkan anak dari hal yang tampaknya sepele tapi sebenarnya adalah modal besar si anak untuk menjalani kehidupannya sampai tua nanti.
Belajar mengenal rasa, merangkak, berjalan, bicara dan hal-hal dasar lainnya diajarkan oleh ibu. Rasanya secapek-capeknya seorang ibu mengurus anaknya, pasti ia bahagia melihat anaknya tumbuh pintar dan cerdas. Seketika segala rasa capek itupun hilang saat melihat anaknya berhasil menerima pelajaran hidup yang baru.
Pernah hidup dalam satu tubuh yang sama selama sembilan bulan membuat hubungan ibu dan anak terjalin erat. Percaya lah, meskipun kadang si anak dan si ibu bukan orang yang romantis dalam mengekspresikan cinta mereka, ada tali kasih tak kasat mata yang mengikat kuat mereka.
Ibu, kedudukannya sangat penting dalam sebuah keluarga. Kebahagiaannya adalah kebahagiaan seisi rumah. Kalau ibu sakit, rumah terasa mati. Kalau ibu tak bahagia, pasti rumah seperti neraka.
Moms kita pasti sependapat kalau seorang ibu itu biasanya mendahulukan kebahagiaan anaknya dan sering sekali mengenyampingkan kebahagiaannya sendiri. Tapi taukah moms kalau kebahagiaan seorang ibu itu juga sangat penting.
Umumnya tugas seorang ibu adalah mengurus rumah dan anak-anaknya. Anak lebih sering bersama ibu dibandingkan bapak. Ibu yang tidak bahagia juga bisa mempengaruhi kecerdasan anak lho moms. Kok bisa sih?
Ibu yang tidak bahagia bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Seperti penjelasan saya diatas, ibu dan anak memiliki bonding yang kuat. Anak juga bisa merasakan kalau ibunya tidak bahagia. Selain itu, ibu yang tidak bahagia bisa memicu perbuatan-perbuatan yang kurang baik seperti menyiksa anak dengan memukul secara keterlaluan, memaki, membentak dan tindakan-tindakan tidak mengenakkan lainnya.
Moms, anak itu juga punya perasaan. Mengutip caption instagramnya Ayudia Bing Slamet, anak adalah orang dewasa yang melebihi orang dewasa dengan tubuh kecil. Jadi, mereka juga punya perasaan sama seperti kita orang dewasa. Kalau mereka mendapatkan perlakuan kasar, hal itu sangat mempengaruhi kecerdasannya. Anak akan malas belajar atau kemampuan belajar dan berfikirnya akan menurun karena sering mendapatkan tindak kekerasan baik verbal maupun non verbal dari ibunya yang tidak bahagia.
Moms, mulai sekarang yuk pikirkan juga kebahagiaan diri sendiri supaya tidak mengganggu kecerdasan anak-anak kita. Bersyukur kalau punya suami yang paham soal ini. Kalau suami kurang peka ya kita sendiri yang ciptakan kebahagiaan itu.
Hal apa saja sih yang buat ibu bahagia? Nggak semua ibu suka belanja lho. Bisa jadi seorang ibu bahagia dengan mengunjungi orangtua dan sanak keluarganya. Ada juga yang bahagia dengan bisa bekerja sambil momong anak dan tetap punya uang hasil keringat sendiri. Ada pula yang bahagia dengan jalan-jalan. Semua itu pilihan moms.
Kalau ibunya sudah bahagia, dijamin seisi rumah juga bahagia dan aman sentosa. Ibu dengan senyum ramah menyambut anak pulang sekolah nggak pake ngomel-ngomel. Ngerjain kerjaan rumahtangga juga tanpa beban. Ibu bahagia pasti tidak akan memperlakukan anaknya dengan kasar, apalagi sampai membully anaknya dengan membanding-bandingkannya dengan anak tetangga. Hasilnya anak juga bisa belajar dengan tenang dan bahagia. Anak cerdas cerminan ibu bahagia.
*Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

