Pertanyaan Wawancara di Kedutaan Jerman untuk Visa Menikah

Sering sekali pembaca saya menanyakan soal pertanyaan wawancara di Kedutaan Jerman untuk visa menikah. Walaupun sudah beberapa tahun berlalu, tapi rasanya pertanyaannya pasti itu-itu aja dengan sedikit perbedaan, tergantung latar belakang pasangan yang ingin menikah.

Umumnya pertanyaan yang ditanyakan adalah:

1. Kenal dimana?

2. Kapan jadian?

3. Sudah berapa kali ketemu?

4. Dimana ketemunya klo kencan?

5. Pekerjaan calon suami apa?

6. Pekerjaan kamu apa?

7. Apa yang akan dilakukan setelah menikah?

8. Segala hal tentang kesukaan calon suami.

Pertanyaan diatas tidak mutlak, setiap orang bisa saja beda-beda. Ada yang cuma diwawancarai secara singkat tanpa banyak pertanyaan ini itu. Jangan lupa siapkan juga foto bareng calon suami, kadang mereka juga minta ini.

Oya, untuk kasus saya yang visanya pernah ditolak dan kemudian mengajukan lagi ada beberapa perbedaan. Jadi ada dua kali wawancara, pertama sesuai jadwal yang kita buat sendiri saat memasukkan berkas-berkas. Yang kedua ini wawancara “special”. Ditentukan oleh pihak Kedutaan Jerman kapan waktunya.

Yang diwawancarai itu adalah dua calon mempelai. Waktunya klo di Indonesia itu jam 2 siang, sedangkan calon suami jam 8 pagi waktu Jerman. Calon suami diwawancarai oleh Ausländerbehörde tempat dia tinggal. Jadi dua-duanya diwawancarai di waktu yang sama. Nggak bisa ngobrol dulu, tadi apa pertanyaannya.

Di Kedutaan Jerman saya diwawancarai langsung oleh kepala bagian visa, waktu itu namanya Andrea Schuh. Disediakan satu orang penerjemah juga kalau kamu nggak bisa Bahasa Jerman karena Bapak Andrea Schuh hanya menggunakan Bahasa Jerman. Jadi di Ruangan itu kami bertiga dari jam 2 siang sampe jam 6 sore.

Apa aja yang ditanyain di wawancara kedua ini?

1. Segala hal tentang kisah cinta kami mulai dari pertama kali kenal, ketemu, jadian dan memutuskan untuk menikah.

2. Tentang keluarga calon suami mulai dari orangtuanya sampai nama-nama abangnya, istri-istri abangnya dan keponakan-keponakannya. Calon suami ditanya sebaliknya.

3. Flashback tentang visa yang ditolak itu.

Kenapa lama?

Sejujurnya saya nggak ngerasa lama diwawancarai waktu itu karena memang kami kek curhat-curhatan gitu. Saya sampe nangis tersedu-sedu nyeritain gimana capeknya saya ngurus masalah visa ini, apalagi waktu visanya ditolak. Beneran saya nangis didepan Bapak Andrea Schuh sampe dia ngasi tisu buat ngelap airmata saya dan ngasi minum. Orangnya baik sih memang dan sangat sopan.

Saya cerita sejujur-jujurnya soal semuanya dan saya bilang saya cuma mau kepastian. Jangan digantung terus begini supaya kami juga tau mau ngambil keputusan apa buat hidup kami.

Semoga ini bisa membantu kalian yang sedang berjuang mendapatkan visa menikah di Jerman. Nggak semua pemohon visa menunggu lama seperti saya, ada juga yang cepat dan pertanyaannya nggak ribet. Jadi kalian nggak perlu takut, yang penting jangan mengarang-ngarang cerita yang mungkin bisa buat pihak Kedutaan Jerman mencurigai kalian.

0



Schreiben Sie einen Kommentar

Your e-mail will not be published. All required Fields are marked

Scroll Up Scroll Up

Thank you for visiting my blog