Laki-laki Turki Hipersex dan Otak Mesum

“Kak, aku ada kenalan laki-laki Turki. Tapi dia minta foto seksi sama ngomongin soal sex. Padahal baru aja kenal.”

“Saya ada kenalan laki-laki Turki. Tapi kok dia tidak mencerminkan orang islam pada umumnya ya. Saya kira laki-laki Turki itu semua islam yang taat.”

Itu dua contoh pesan whatsapp yang saya terima dari sekian banyak curhatan setiap harinya dari pembaca blog ini. Dari dua kalimat yang tergolong pendek ini bisa disimpulkan kalau masih banyak perempuan Indonesia yang salah menilai laki-laki Turki dan bahkan orang Turki secara keseluruhan.

Kenalan lewat aplikasi online, komunikasi juga online, belum pernah ketemu face to face, jadian online, chat mesra-mesraan sampe ngomongin sex, lalu kecewa karena satu dan lain hal yang tidak sesuai dengan harapannya. Setelah itu menyimpulkan kalau laki-laki Turki hipersex dan otak mesum karena membahas masalah sex atau mungkin si laki-laki Turki pernah mengajak berhubungan intim sebelum menikah. Atau juga menggoda yang menjurus ke hal-hal sensitif seperti minta kirimin foto seksi dan sebagainya.

Sebelum saya bahas lebih lanjut soal laki-laki Turki hipersex dan otak mesum, saya mau sedikit memberi gambaran bagaimana kehidupan di Jerman ini. Adalah hal biasa disini hidup serumah tanpa hubungan pernikahan. Hal itu juga biasa bagi sebagian orang Indonesia yang berhubungan dengan orang Jerman. Dalam agama yang saya anut jelas itu dosa. Tapi semua pilihan itu ada di tangan mereka, bukan saya. Dan tentunya tidak ada paksaan dari si orang Jerman untuk melakukan hal itu karena itu memang budaya mereka.

Orang Jerman juga terbiasa membahas masalah sex secara gamblang sebelum pernikahan. Anak-anak SMP disini sudah melakukan hubungan seksual dengan pacarnya. Mereka biasa menanyakan mau sex dengan cara yang seperti apa atau menggunakan apa. Orangtuanya juga biasa aja dengan hal itu. Lagi-lagi ini memang budaya mereka. Apa kita bisa bilang mereka otak mesum dan hipersex karena mereka sejak SMP sudah terbiasa berhubungan sex? Jelas tidak.

Masalah sex di keluarga Turki

Umumnya keluarga Turki tidak membicarakan masalah sex secara gamblang seperti keluarga Jerman. Hampir sama seperti orang Indonesia, disini ada unsur tabu membicarakannya. Bahkan di keluarga suami saya juga tabu mengatakan ke ayah atau mertua laki-laki kalau sedang menstruasi. Mungkin di keluarga yang lebih muda dan modern tidak masalah.

Orang Turki Juga Freesex

Dimana-mana yang namanya agama islam berhubungan sex sebelum pernikahan adalah zina mau apapun negara dan mazhabnya. Apa nggak ada orang Indonesia beragama islam yang melakukan hubungan sex diluar pernikahan? Ya banyak lah. Lihat aja di berita-berita berapa banyak bayi yang diaborsi dan dibuang karena anak diluar pernikahan.

Begitu juga dengan orang Turki. Semua kembali ke pribadinya, bukan negaranya. Bedanya mungkin orang Turki lebih paham tentang sex education dibandingkan dengan orang Indonesia yang menyebabkan sebagian orang Indonesia tega membuang bayinya. Bahkan tidak sedikit kejadian yang membunuh bayinya.

Saya belum pernah mendengar berita orang Turki membuang/membunuh bayi baru lahir karena hamil diluar nikah. Tolong kasih tau saya kalau ada yang pernah baca berita begini di Turki. Kalaupun ada mungkin tidak sebanyak di Indonesia.

Sebagian orang Turki juga memiliki kehidupan seperti orang Jerman dan mereka belum tentu islam karena tidak semua orang Turki itu islam. Jadi jangan salah paham soal agama orang Turki yang selama ini dianggap muslim semua.

Saya mengikuti beberapa influencer Turki di Jerman. Sebagian dari mereka terang-terangan menunjukkan kehidupan serba bebas. Tinggal serumah dengan pacar, liburan bareng berdua yang pastinya tidur sekamar. Dan netizen Turki di Jerman juga tidak segan-segan menanyakan kenapa mereka melakukan freesex padahal mereka orang Turki muslim, serta bagaimana tanggapan orangtua dan keluarganya. Dengan enteng mereka menjawab bahwa itu adalah pilihan hidup mereka dan tidak ada masalah dengan keluarga mereka. Jadi memang terkadang hal-hal semacam ini berawal dari didikan di keluarganya.

Laki-laki Turki hipersex dan otak mesum

Kembali ke pokok bahasan soal laki-laki Turki yang katanya hipersex dan otak mesum. Saya rasa tidak ada satu orangpun yang berhak mengatakan hal seperti itu kecuali perempuan bersuamikan laki-laki Turki atau yang pernah berhubungan intim dengan laki-laki Turki.

Bukan sekedar itu saja. Kalau cuma berbekal punya suami Turki atau pernah berhubungan intim dengan laki-laki Turki rasanya juga belum cukup. Kenapa? Bagaimana dia tau hipersex atau tidak kalau tidak ada pembandingnya.

Jadi yang bisa mengatakan kalau laki-laki Turki itu hipersex dan otak mesum hanyalah orang yang pernah berhubungan intim dengan laki-laki Turki dan juga beberapa laki-laki berbeda. Sehingga ada pembandingnya.

Anti laki-laki Turki

Adalah hal yang wajar jika seseorang memiliki kriteria-kriteria khusus dalam menentukan pasangan hidup dan tidaklah salah jika seseorang menginginkan pasangan bule. Masalahnya saya sempat membaca pendapat beberapa perempuan Indonesia di media sosial yang sepertinya anti laki-laki Turki. Lalu entah dasar apa mereka menuliskan kalau laki-laki Turki itu hipersex dan otak mesum.

Mungkin saja mereka pernah bertemu laki-laki Turki nakal karena nggak mungkin juga semua laki-laki Turki itu baik kan. Obrolan menjadi panjang. Mereka sahut-sahutan membicarakan laki-laki Turki dengan tema laki-laki Turki hipersex dan otak mesum.

Akhir kata saya cuma sedikit menyarankan, kalau kalian anti laki-laki Turki nggak perlu bilang laki-laki Turki hipersex dan otak mesum. Coba kalau dibalik, laki-laki Turki bilang perempuan Indonesia itu murah dan murahan. Apa kalian terima? Saya sih nggak. Cukup cari laki-laki selain laki-laki Turki. Good luck dalam mencari calon imammu!

0



Schreiben Sie einen Kommentar

Your e-mail will not be published. All required Fields are marked

Scroll Up Scroll Up

Thank you for visiting my blog