‘George Floyd’ Ala Eropa

Dimana-mana pada buat hashtag #blacklivesmatter. Nggak perlu diceritain lagi semua orang juga udah pada tau ceritanya. Klo belum tau ya tinggal googling aja. Ada ratusan artikel yang ngejelasin tentang itu. Tapi nggak cuma di Amerika aja, ada juga ‘George Floyd’ ala Eropa.

Privilege orang kulit putih

Sebagaimana sama-sama kita ketahui klo kasus penindasan terhadap orang kulit hitam itu sudah lama terjadi. Pelakunya siapa lagi kalau bukan orang kulit putih yang merasa punya privilege sebagai penduduk bumi.

Walau tidak semuanya dan semakin berkembangnya zaman sudah banyak yang berubah, tapi penindasan tersebut bisa terjadi karena orang kulit putih merasa mereka lebih segala-galanya dari bangsa manapun di muka bumi ini. Lebih kaya karena mata uang mereka kuat yang klo ditukarkan ke mata uang negara-negara berkembang dan miskin itu jumlahnya sangat lumayan, lebih pintar karena dalam catatan sejarah banyak penemu adalah orang kulit putih dan segala hal yang dianggap lebih dari mereka si kulit putih.

‘George Floyd’ Ala Eropa

Inti dari kisah George Floyd adalah soal rasisme, ketidaksukaan orang kulit putih Amerika terhadap orang kulit hitam. Rasisme ini nggak cuma terjadi di Amerika, tapi juga di Eropa khususnya Jerman yang menjadi salah satu negara terkuat di Eropa dan sangat berpengaruh di dunia.

Marwa El-Sherbini adalah salah satu ‘George Floyd’ di Jerman. Wanita berhijab yang adalah seorang apoteker itu wafat pada 1 Juli 2009 di usia 31 tahun. Kenapa ia dibunuh? Karena sebuah kebencian terhadap umat islam, ditambah lagi ia mengenakan hijab. Tragisnya lagi pembunuhan itu terjadi di ruang sidang dan Marwa sedang mengandung tiga bulan.

Sumber: www.dnn.de/Marwa El-Sherbini

Singkatnya Marwa El-Sherbini melaporkan Axel Wiens atas tindakan kurang menyenangkan setelah Axel Wiens meneriakinya teroris karena hijabnya. Bukannya menyesal, Axel justru menikamnya saat persidangan berlangsung dan nyawa Marwa El-Sherbini pun tidak bisa diselamatkan.

Ada banyak Marwa El-Sherbini lainnya di Jerman walau tidak sampai meninggal, tapi dengan kasus kebencian yang sama yaitu karena hijabnya. Contoh dekatnya adalah saya sendiri yang jilbab saya pernah ditarik kebelakang oleh nenek-nenek dan bilang pakaian saya jelek. Lebih bagus tidak usah pakai jilbab.

Sampai tahun 2019 setidaknya ada 80 kasus penyerangan mesjid di Jerman. Bukan jumlah yang sedikit dan hal ini tidak bisa dianggap sepele. Walaupun banyak juga orang Jerman asli yang sangat baik dan toleran, tapi tidak sedikit juga yang membenci islam.

Bukan cuma islamophobia, rasisme di Jerman juga terjadi terhadap orang Asia. Tidak sedikit yang menyepelekan orang Asia khususnya Asia Tenggara. Apalagi untuk kaum wanitanya. Banyak yang menganggap wanita-wanita Asia menikahi bule-bule supaya hidup enak, bisa tinggal di Eropa dan kaya raya.

Faktanya untuk sampai ke Jerman saja penuh perjuangan. Khususnya orang Indonesia yang paspornya tidak begitu kuat. Mulai dari belajar Bahasa Jerman sampai proses pengurusan visa. Semuanya memakan waktu dan biaya yang nggak sedikit.

Contoh dekatnya baru-baru ini sewaktu corona baru menyebar di Jerman sampai ada kejadian pemukulan terhadap warga Singapura yang memang keturunan Cina, dituduh sebagai pembawa dan penyebar Corona.

Bukan cuma ke orang Cina aja, bahkan wajah-wajah oriental sempat takut saat itu untuk keluar rumah. Padahal banyak juga orang Indonesia yang sama sekali nggak ada keturunan Cinanya yang punya kulit putih dan mata agak-agak sipit.

Seorang teman Indonesia saya yang bermata agak sipit sempat juga diteriaki pembawa Corona ke Jerman dan disuruh pulang ke negaranya sambil bawa si Corona. Ini kan lucu sekaligus tragis. Di negara semodern dan semaju Jerman masih ada orang yang berpikiran dangkal. Bukan cuma ada, tapi banyak yang begitu.

Tampaknya dunia bukan cuma sedang sakit karena corona, tapi juga jiwa-jiwa manusianya yang perlu dibersihkan dari rasa superior agar tidak ada lagi George Floyd dan Marwa El-Sherbini lainnya.

0



Schreiben Sie einen Kommentar

Your e-mail will not be published. All required Fields are marked

Scroll Up Scroll Up

Thank you for visiting my blog